KONSEP ISLAM TRANSFORMATIF DALAM MENGHADAPI WABAH COVID-19
![]() |
| Gambar 1 http://wahidfoundation.org/ |
Agama
Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, artinya
agama Islam merupakan agama yang memberikan rahmat serta kesejahteraan bagi
seluruh makhluk hidup di alam semesta ini, mulai dari hewan, tumbuhan, jin, dan
tentunya kepada seluruh manusia. Hal ini merupakan salah satu dari sekian
banyak kasih sayang, dan bentuk cinta Allah SWT kepada makhluk-Nya.
Nabi
Muhammad SAW adalah Nabi yang diutus oleh Allah SWT, dengan membawa ajaran
agama Islam. Islam merupakan agama yang paling sempurna, karena didalamnya terdapat
nilai-nilai yang mengatur kehidupan umat manusia secara komprehensif. Allah SWT
juga telah berfirman dalam Q.S Al-Anbiya:107
وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً
لِلْعالَمِينَ
“Kami tidak mengutus
engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.”
Jika kita pahami lebih dalam, Islam
merupakan agama yang bersifat universal, maksudnya adalah rahmat yang Allah
berikan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, dan tak terbatas hanya umat
Islam saja. Umat Islam juga ditekankan untuk memiliki sifat toleransi
sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Namun
pada realitanya, hal ini tidak semulus yang diharapakan oleh kita semua.
Persoalan sosial serta permasalahan kemanusiaan yang timbul bahkan bisa
mengancam integrasi yang ada. Hal ini timbul akibat keadaan, rupa, macam, ataupun
hal lain yang transformatif. Transformatif pada dasarnya bersifat substansial
dan tidak konstan akan suatu hal yang ada.
Terlepas
daripada itu, pandemi COVID-19 yang
saat ini sedang dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat juga belum menemukan
titik temu kapan akan berakhir, yang tentunya hal ini jelas melahirkan
permasalahan-permasalahan baru di tengah kehidupan masyarakat. Penyebaran virus corona yang semakin masif ini
terus memakan korban jiwa, besar pula harapan kita agar pandemi COVID-19 saat ini segera usai.
ISLAM
TRANSFORMATIF DI TENGAH WABAH
Sebelum
membahas lebih jauh mengenai permasalahan di atas, perlu kita ketahui mengenai
Islam transformatif ini sendiri. Islam transformatif merupakan istilah yang
dipelopori oleh Moeslim Abdurrahman, beliau merupakan intelektual muda
Muhammadiyah yang progresif. Islam transformatif ini sendiri berusaha mengambil
nilai-nilai dari ajaran agama Islam namun lebih dalam mengenai maknanya, lalu diaplikasikan
dalam kehidupan masyarakat.
Beliau juga pernah menulis menulis tiga buku
yang berbicara tentang masyarakat, seperti Islam Transformatif, Islam Agama
Pembebasan, Kantowil dan Siti Marjinah. Maksud dari istilah yang dipelopori
oleh beliau sendiri adalah bagaimana menyelesaikan berbagai permasalahan dan
persoalan umat manusia.
Contoh
permasalahan yang sangat nyata dan kita rasakan saat ini adalah permasalahan
pandemi COVID-19. Sebelum itu, perlu
kita yakini bahwa pandemi ini adalah teguran dari Allah SWT, agar manusia bisa
hidup menjadi lebih baik lagi serta mensyukuri setiap waktu yang diberikan
Allah SWT.
Banyak teori dan spekulasi bermunculan mengenai konspirasi pandemi saat ini, salah satunya adalah spekulasi mengenai virus ini merupakan ulah tangan manusia yang sengaja menyebarkannya ke seluruh dunia. Bila kita melihat melalui kacamata Islam, pandemi saat ini jelas datangnya atas izin Allah SWT, karena daun yang gugur pun sudah atas seizin-Nya.
Sebagai
seorang manusia, kita memiliki keterbatasan ilmu yang dimiliki, hal ini karena
hanya Allah lah satu-satunya Dzat yang Maha mengetahui perkara yang gaib, dan
Allah lah yang Maha berkehendak atas segala sesuatu. Oleh karena itu bukankah
lebih etis jika kita memiliki sifat rendah hati dalam menghadapi
makhluk-makhluk Allah, salah satunya adalah virus
corona ini. Allah menciptakan segala sesuatu pasti ada hikmah di dalamnya.
Allah SWT juga telah berfirman dalam Q.S An-Nahl : 8 bahwa Allah menciptakan
apa yang manusia tidak ketahui.
وَٱلْخَيْلَ
وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا
تَعْلَمُونَ
"Dan
(Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan
(menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak
mengetahuinya."
Oleh
karena itu, kita tak perlu sibuk memikirkan mengenai segala konspirasi yang ada
mengenai virus ini. Manfaatkan waktu yang masih Allah SWT berikan kepada kita
dalam memaksimalkan ibadah, apalagi di tengah pandemi saat ini. Kita tidak bisa
tahu kapan, bagaimana, dan dimana ajal menjemput, karena terpapar virus corona kah, atau bahkan di saat
kita sedang beribadah, itu semua pilihan yang dapat kita ikhtiarkan.
Saat
ini Allah SWT sedang menguji kita semua, yakinlah bahwa akan selalu ada hikmah
yang dapat kita petik dari setiap peristiwa yang terjadi, termasuk salah
satunya adalah pandemi ini. Jangan mengeluh ataupun melakukan hal sia-sia
lainnya, karena bila kita bandingkan dengan ujian para Rasul kita jauh tak ada
apa-apanya. Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu amatlah baik bagi
kita.
Point
pentingnya adalah, semua manusia itu sama. Karena pandemi ini tidak pandang
bulu, kaya maupun miskin, putih maupun hitam, semua terkena imbasnya. Dalam
Islam pula, semua manusia sama kedudukannya di hadapan Allah, hanya saja yang
membedakannya ialah iman dan takwanya.
Kemudian
point penting yang kedua adalah, manusia harus menjaga kestabilan alam dan
tidak merusaknya. Ekosistem biotik dan ekosistem abiotik perlu kita jaga karena
jika kita berbicara mengenai ekosistem, maka terdapat hubungan timbal balik
antara organisme dan lingkungan sekitarnya.
Saat
ini, vaksin untuk penyembuhan virus
corona belum ditemukan. Para ilmuwan di seluruh dunia sedang berlomba
mencari vaksin untuk melawan penyebaran virus
corona yang kian hari kian masif. Sebagai seorang muslim, kita perlu
mengembalikannya kepada Kitabullah
dan As-Sunnah. Allah SWT berfirman
dalam Q.S Asy-Syu’ara : 80
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ
يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit,
Dialah Yang menyembuhkan aku”
Kekuatan
doa dan keoptimisan diri merupakan kunci utama kesembuhan, karena sesuai dengan
HR. Tirmidzi “Tidak ada yang mampu
merubah qada’ kecuali doa.” Cobalah untuk selalu melihat segala kemungkinan
positif yang akan terjadi, pupuk harapan setinggi-tingginya, pasrahkan semuanya
kepada Allah SWT.
Tidak
ada yang diciptakan oleh Allah SWT secara sia-sia, termasuk pandemi yang kita
rasakan saat ini. Cepat atau lambat, kita semua pasti akan tahu hikmahnya. Tetap
di rumah, jaga kesehatan diri dan keluarga, dan tanam optimisme untuk melawan
pandemi ini. Semoga Allah SWT izinkan virus
corona ini segera berlalu, agar bumi kita segera pulih kembali.
DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar,
H. (2019, September 1). Moeslim Abdurrahman: Penggagas Islam Transformatif.
Retrieved June 2, 2020, from
https://ibtimes.id/moeslim-abdurrahman-penggagas-islam-transformatif/
Shihab, M. Q.
(2020). Corona Ujian Tuhan. In Sikap Muslim Menghadapinya. Tangerang:
PT. Lentera Hati.

Kerennn arraa...nyari bacaan yang keluar blognya araaa...��
BalasHapusaaa baru liaat!! terima kasih banyak idaa, semoga bermanfaat<3
Hapus